Tags

Bandung merupakan kota wisata yang padat dikunjungi oleh wisatawan. Pada hari-hari libur dan weekend Bandung nyaris selalu macet.  Mulai dari wisatwan lokal hingga mancanegara menikmati kota Bandung dengan segudang tempat wisata yang sangat mempesona.  Bandung yang berudara dingin memang gudangnya tempat wisata yang tepat untuk melepas penat di tengah kepadatan metropolitan.

Di daerah Bandung selatan terdapat sebuah objek wisata yang wajib dikunjungi bernama kawah putih,  kawah putih merupakan salah satu tempat paling mempesona dan menakjubkan di kawasan selatan Bandung.  Kawah Putih terletak di Kecamatan Ciwidey, kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Jarak dari Kota Bandung, sekitar 46 km, bila dari Soreang berjarak 35 km. Dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 km atau bisa ditempuh sekitar 20 menit dengan kendaraan. Melalui jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan alam dengan aneka ragam species tanaman.

Selain bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan, kawah putih dapat juga ditempuh dengan berjalan kaki atau sejauh 7 km dari objek wisata alam Punceuling, melalui jalan setapak hutan alam. Meski perjalanan agak melelahkan, namun di sepanjang perjalanan akan terhibur dengan suasana hutan alam dan udara segar dan bersih. Bagi petualang, jalur ini menjadi alternatif yang cukup menantang hingga mencapai objek wisata kawah.

Alamnya begitu unik,  danau   berwarna putih kehijauan dikelilingi tebing batuan warna coklat dan pepohonan hijau, membentuk pemandangan yang   serasi. Tempat yang sering menjadi objek para pasangan untuk berfoto pre wedding, karena keindahan dan keunikan tempat ini sudah tak asing lagi di kalangan photographer.

Setelah memasuki area kawah putih Anda pasti akan terpesona begitu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana indahnya genangan air yang berwarna putih disertai asap yang berada diatasnya.

Warna  danau kawah putih tidak selalu berwarna putih, warna putih kawah merupakan warna yang paling sering ditemui saat berkunjung, terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terdapat sinar matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu. Pada bulan Juli sampai Agustus temperature bisa turun serendah 10°Celcius pada siang hari dan 5°Celcius pada malam hari.

Di sekitaran kawah putih juga terdapat berbagai jenis flora dan fauna turut memperkaya keberadaan tempat wisata ini. Beberapa jenis flora antara lain Cantigi Lemo yang berbau seperti minyak lawang dan dapat digunakan untuk mengusir ular, Vaccinium yaitu tanaman khas yang hidup didaerah kawah, serta Eidelweis yang tumbuh di puncak gunung. Sedangkan jenis fauna yang kerap muncul antara lain elang, monyet, kancil, babi hutan, macan kumbang dan macan tutul.

Kawah Putih adalah  danau kawah dari  Gunung  Patuha yang memiliki ketinggian 2.434m diatas permukaan laut. Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau “Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh.

Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang angker, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong.

Salah satu puncak tertinggi Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.

Namun, kepercayaan ini dibantah oleh salah seorang warga yang sudah lama tinggal turun menurun disekitar kawah putih bernama pak Maman. “Semua kepercayaan itu berubah semenjak seorang ilmuwan Belanda Jerman Dr. Franz Wilhelm Junghun datang,” ungkap pak Maman.

Dr. Franz Wilhelm Junghun yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam melakukan penelitian dan menemukan bahwa keangkeran tersebut  tidak lain disebabkan oleh adanya semburan larva belerang yang berbau menyengat. Namun saat ditemukannya fakta tersebut masyarakat belum tertarik menjadikan tempat ini sebagai objek wisata.

Baru setelah PT Perhutani mengembangkan tahun 1987, kawasan kawah putih dijadikan sebuah objek wisata di Jawa Barat. Air kawah di gunung ini selain warna airnya yang terang dan juga selalu berubah2. Inilah yang pada akhirnya menjadi daya tarik tersendiri. permukaan kawah umumnya berbatu dan berpasir warna putih, sehingga kawah ini kemudian dikenal sebagai kawah putih.

Kawah Putih memang menakjubkan, baik dari sosok penampilannya, maupun dari aspek kelestarian lingkungannya. Cekungan seluas 25 hektar itu berair keputih-putihan. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu, kuning terang dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah.

Bahkan, tatkala sore hari, air danau kawah pun, tiba-tiba pasang surut. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih.

Bila malam hari berkunjung ke Kawah Putih, keajaiban alam pun akan terjadi. Sekitar pukul 21.00 WIB, saat langit cerah dengan disinari bintang-bintang, dari danau kawah putih terlihat pancaran cahaya terang kehijau-hijauan menghiasi kawah. Kemudian, dari bias cahaya berwarna hijau itu, membentuk sebuah lingkaran yang mampu menerangi seluruh lokasi kawah. Benar-benar menakjubkan untuk dilihat.

“Gunung patuha masih aktif, kadang-kadang ditemukan beberapa pancaran kawah yang masih bergejolak,” ungkap pak Maman. Didekat tempat ini juga terdapat sebuah goa sedalam 5 meter yang pernah dipakai  sebagai tambang belerang. tak heran jika beberapa kawah tiba-tiba beruap banyak, dan pengunjung didapati terbatuk-batuk akibat menghirup hawa belerang yang sangat tajam.

Belerang atau sulfur merupakan mineral hasil proses vulkanis yang berwarna cenderung kuning atau kehitam2an. Sifat belerang antara lain tidak larut dalam air dan dapat larut dalam minyak bumi, minyak tanah, penghantar panas dan listrik yang buruk.

Apabila dibakar apinya berwarna biru dan engasilkan gas SO2 yang berbau busuk. Belerang banyak digunakan di industri pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, mengolahan minyak bumi, karet, gula pasir, accu, kimia, bahan peledak, petenunan, film dan fotografi, logam serta besi baja.

Keindahan Kawah Putih Gunung Patuha, memang sangat mempesona dan menakjubkan. Kawah ini akan memberikan kita pengalaman berbeda. Kita seolah-olah berada di salju karena tanahnya yang putih. Kawah yang luas dan air yang berwarna hijau kebiruan membuat kita seolah-olah berada di pantai. Pohon-pohon yang sebagian besar hanya tinggal batangnya dan sudah kering turut menciptakan suasana yang berbeda.  Bahkan, jika sudah mengetahui keajaiban alamnya, pasti akan mengatakan tak ada kawah yang seindah Kawah Putih. (omy)