Tags

Seminar Perhumas

Seminar Perhumas

Perang citra yang kini terjadi di era kompetisi dunia ke-PR-an seolah-olah memaksa setiap perusahaan untuk terus berusaha dalam mengambil perhatian masyarakat. Dengan berbagai cara dan upaya perusahaan-perusahaan menembakan jurus terjitu dari program-program mereka agar perusahaan tetap exis dalam era persaingan dunia bisnis. Salah satu program PR yang dapat digunakan sebagi pencitraan perusahaan adalah CRS (Corporate Social Responsibility). CSR merupakan salah satu program perusahaan dalam merauk keuntungan dengan menggunakan etika yang lebih halus. Tren CSR saat ini memang masih kurang dipahami oleh para praktisi PR. Masih banyak para praktisi yang menganggap bahwa CSR hanya membuang uang dan tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perusahaan. Padahal jika CSR dilaksanakan dengan benar (programnya tepat, sasarannya tepat, serta lokasinya tepat) maka program ini akan memberikan keuntungan yang cukup besar bagi perusahaan seperti, pembentukan public potensial bagi perusahaan, serta pembentukan citra perusaahaan yang baik di mata publik.

Masih kurangnya pemahaman yang dimiliki oleh para praktisi PR menjadi latar belakang diadakannya seminar mengenai “Pencitraan Perusahaan Melalui Program CSR” pada (15/04). Pada seminar ini akan membahas stategi dan taktik bagaimana cara membuat program CSR yang baik dan tepat sasaran. Pembahasan mengenai manfaat dan keuntungan akan program CSR juga dikupas tuntas hingga para praktisi dapat mengaplikasikannya pada perusahaan tempat mereka bekerja.

Seminar yang diadakan di Hotel Horison Bandung ini diadakan oleh Perhumas Muda kota Bandung menghadirkan beberapa pembicara seperti PR dari PT Exelcomindo serta PT Indocement yang dianggap telah berhasil mengadakan program CRS dilingkungan mereka. Bpk. Elvinaro Ardianto hadir sebagai keynote speaker dalam membuka seminar tersebut. Seminar ini dihadiri oleh para praktisi PR serta mahasiswa PR yang tertarik dengan topik tersebut. Seminar berlangsung dengan sangat seru karena banyak program-program dari kedua perusahaan tersebut yang bertolak belakang. Ternyata kedua perusahaan ini memiliki pemahaman konsep CRS yang berbeda. PT Exelcomindo mengatakan bahwa CSR adalah salah satu cara untuk memperoleh keuntungan bagi persusahaan, sedangkan PT Indocement mengatakan tidak boleh ada tujuan mencari keuntungan dalam membuatan sebuah program CSR. Seminar ini break pada makan siang dan kembali dilanjutkan dengan acara pelantikan anggota baru Perhumas Muda Bandung. Banyak hadiah yang dibagikan oleh para sponsor seperti handphone dari XL, serta tiket gratis perjalanan Yogyakarta – Banadung dari PT Kereta Api Indonesia. Para peserta seminar dibekali goody bag untuk dibawa pulang.

Kendala yang dihadapi pada acara seminar ini antara lain,  waktu memulai acara yang tidak tepat. Acara yang dijadwalkan dimulai pada pukul 08.00 baru dibuka pada pukul 10.00. Hal ini dikarenakan persiapan yang kurang matang. Selain itu pengkondiksian peserta seminar yang agar sulit karena kurangnya panitia untuk mengatur alur peserta masuk dan keluar ruang seminar. Harga tiket seminar sebesar Rp 150.00 untuk pelajar dan Rp 200.000 untuk profesional juga ternyata menjadi kendala tersendiri karena dianggap terlalu mahal oleh peserta seminar.