Tags

,

social media conversation

social media conversation

Memasuki era jayanya social media seperti saat ini pertanyaan yang harusnya muncul sekarang bukanlah apakah brand anda telah memiliki akun social media? karena apabila pertanyaan tampaknya sudah tidak perlu ditanyakan lagi, tapi pertanyaan yang tepat adalah apakah brand anda dapat berkomunikasi dengan tepat melalui social media? itulah pertanyaan yang sebaiknya dijawab oleh brand.

Yak pertanyaan baru ini muncul melihat penetrasi social media yang berkembang dengan sangat fantastis. Riset Nielsen menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia mencapai 26% dengan 35 juta fesbuker, 7 juta pengguna twitter dan 3 juta blogger, ini menandakan gambaran konsumen di Indonesia yang menjadikan social media sebagai lifestyle mereka dalam berinteraksi berdiskusi dan berbagi informasi. Hal ini tidak menutup kemungkinan mereka berkomunikasi dengan brand atau merek2 kegemeran mereka, oleh karena itu brand saat ini harus peka dan jeli dalam berinteraksi dengan konsumennya.

Berikut beberapa tips bagi brand untuk berkomunikasi dengan konsumen melalui social media :

1. Giving

Dalam berkomunikasi dengan konsumen melalui social media gunakanlah prinsip giving (memberi) baik memberi konten yang menarik seputar informasi terbaru, tips2, motivasi dan anda bisa menyelipkan beberapa konten terkait produk anda disitu karena pada dasarnya konsumen membutuhkan informasi apapun itu.

2. Conversation

Sebaiknya brand melakukan komunikasi dua arah (two way communication) kepada konsumen, hal ini sangatlah penting karena konsumen akan sangat senang apabila diajak “ngoceh” bareng atau terlibat percakapan dengan brand yang ia senangi. janganlah sesekali menggunakan aplikasi content otomatis yang hanya akan menghasilkan percakapan semu searah.

3. Listening

Selain melakukan percakapan dengan baik kepada konsumen sebaiknya kita mendengarkan apa yang sedang konsumen bicarakan, dengan ini kita dapat mengamati dan bahkan mengambil isu-isu yang sedang menjadi bahan perbincangan hangat di konsumen untuk ditarik kedalam perbincangan brand kita. dengan mendengar brand terlihat peduli dengan keadaan konsumen dan ini merupakan kunci dalam menjalin relationship

4. Adapting

Kita harus beradaptasi dengan kebiasaan atau culture dari gaya percakapan dan istilah-istilah yang biasa digunakan konsumen dalam berbicara di social media, misal di kaskus yang terkenal dengan “ane” dan “agan” kita harus mengikuti gaya percekapan itu untuk membangun proximity yang baik dengan konsumen.

5. Enthusiasm

Kita harus memiliki antusias yang baik dalam membangun sebuah percakapan, jangan hanya melempar isu dan membiarkan konusmen yang heboh dalam berdiskusi, brand juga harus aktif menanggapi percakapan yang terjadi di social media.